Daftar Makanan yang Dilarang di Luar Negri

Daftar Makanan yang Dilarang di Luar Negri – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini merupakan artikel yang membahas mengenai daftar makanan yang dilarang konsumsi di luar negri.

Daftar Makanan yang Dilarang di Luar Negri

Pada hakikatnya, peraturan yang dibuat sebuah negara bertujuan untuk menyejahterakan rakyatnya. Hampir segala lini kehidupan dibuat aturan oleh negara untuk menjadikan warganya lebih disiplin dan menjaga keamanan masyarakat. Tak terkecuali dalam hal makanan.
Seperti beberapa negara dunia ini yang melarang berbagai produk makanan untuk masuk ke negaranya. Padahal, makanan-makanan tersebut lazim ditemui dan sangat favorit di Indonesia, lho. Apa saja? Yuk, cek daftarnya berikut ini.

1. Buah manggis

Amerika Serikat (AS) pernah melarang buah manggis untuk masuk ke wilayahnya. Larangan tersebut dikarenakan buah manggis berpotensi dihinggapi lalat buah dan akan terbawa selama proses pengiriman. Karena manggis tidak dapat tumbuh di AS, sehingga mereka harus mengimpor dari Asia Tenggara sebagai habitat asli manggis.
Namun, kebijakan baru dikeluarkan untuk menangani masalah ini. Pemerintah AS mewajibkan untuk melakukan penyinaran (radiasi) terhadap buah dan sayur yang mungkin membawa lalat buah. Hal ini tentunya membuat kontroversi berbagai pihak.
Public Citizen berpendapat bahwa diperlukan penelitian mengenai efek panjang dari iradiasi karena prosesnya menghasilkan senyawa karsinogenik. Keraguan tersebut dijawab oleh Christine M. Bruhn, direktur Pusat Riset Konsumen di Universitas California, bahwa tidak ada indikasi mengenai efek buruk apapun yang kemungkinan terjadi.

2. Margarin

Salah satu bahan pengganti minyak goreng ini pun pernah dilarang kehadirannya di AS. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Tom Frieden, CEO Resolve to Save Lives, bahwa New York telah menghilangkan lemak trans dari industri sejak satu dekade lalu, mengikuti jejak Denmark yang lebih dulu memulainya sejak 2003.
Pasalnya, lemak trans dapat dijumpai dalam produk-produk cepat saji, margarin, mentega, keju, dan daging. Diet tinggi lemak trans meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 21% dan kematian 28%, ungkap WHO yang dikutip dari laman NBC News. Sebagai gantinya, masyarakat dapat menggunakan minyak cair seperti minyak zaitun, minyak canola, dan safflower.

3. Saus tomat

Jika kamu berkunjung ke Prancis, jangan harap bisa menemukan saus tomat di sana. Pasalnya, negara yang dikenal sebagai Kota Mode itu melarang penggunaan saus tomat secara bebas terutama di sekolah dan perguruan tinggi.
Larangan ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas rasa masakan Prancis, karena produk asal AS tersebut dianggap dapat mempengaruhi rasa kuliner khas negara Prancis. Meski dilarang, penggunaan saus tomat masih diperbolehkan hanya untuk kentang goreng. Prancis memberikan contoh pada dunia tentang cara menjaga kualitas makanannya agar tak terpengaruh oleh budaya luar.

4. Sereal

Laman Los Angeles Times mengungkapkan bahwa Denmark melarang warganya untuk mengonsumsi sereal karena dianggap mengandung gizi terlalu tinggi yang dapat membahayakan kesehatan. Petugas kesehatan Denmark telah menolak 18 produk sereal yang telah difortifikasi. Produk sereal tersebut dianggap dapat merusak hati dan ginjal anak-anak serta janin pada ibu hamil jika dikonsumsi terlalu sering.
Larangan ini berdasarkan pada pola konsumsi masyarakat Denmark yang telah tercukupi gizinya dengan mengonsumsi berbagai suplemen vitamin dan mineral. Pemerintah khawatir jika warganya akan ‘overdosis’ gizi jika masih mengonsumsi sereal yang difortifikasi.

5. Permen karet

Singapura merupakan negara yang sangat ketat menjaga kebersihan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan permen karet sebagai barang ilegal. Hal ini lantaran bekas kunyahan permen karet meninggalkan noda yang lengket dan sulit dibersihkan.
Gumpalan permen karet dapat menempel di sepatu dan tempat-tempat umun sehingga merusak pemandangan dan memberikan kesan yang terlihat jorok. Namun, terdapat pengecualian untuk permen karet yang ditujukan sebagai zat terapeutik masih diperbolehkan untuk digunakan.

6. Jeli kemasan

Makanan yang sangat disukai anak-anak ini pernah dianggap ilegal hampir di seluruh dataran Eropa. Hal tersebut lantaran jeli mengandung bubuk konjak yang bersifat adiktif dan menyebabkan kecanduan. Karena itulah, bagi kebanyakan orang tak akan cukup jika hanya memakan satu jeli saja.
Dilansir BBC, jelly cup juga berisiko membuat anak-anak tersedak karena tekstur yang licin dengan porsi kecil untuk sekali makan. David Byrne, komisaris kesehatan dan perlindungan konsumen menuturkan, “Label larangan dan keamanan pada produk ini tak cukup untuk menjauhkannya dari anak-anak sehingga harus dilakukan penarikan menyeluruh”.
Peraturan ini sempat menuai pro kontra para petinggi Eropa. Juru bicara kesehatan Eropa, Tory MEP John Bowis berpendapat bahwa keputusan seperti ini sangat berlebihan dan tidak proporsional. Tidak ada bukti ilmiah yang pasti bahwa makanan jelly berisiko bahaya bagi anak-anak.