4 Street Food Khas Eropa

4 Street Food Khas Eropa – Eropa memiliki banyak sekali kuliner yang banyak di minati banyak orang. Salah satu makanan khas Eropa adalah makanan street food yang memiliki cita rasa khas tersendiri

4 Street Food Khas Eropa

Trdelník di Ceko

Trdelník adalah kue khas Ceko terbuat dari adonan berlapis-lapis yang melingkar. Kue tersebut kemudian dipanggang di atas api, dan dilapisi gula serta kacang. Bagian tengahnya bolong dan melingkar panjang bak cerobong asap. Sebagai variasi, kamu bisa meminta isian; seperti cokelat, es krim, dan manisan lainnya.
Tapi kalau kamu pergi ke Slowakia, jangan coba-coba bilang trdelník adalah makanan khas Ceko kalau tidak mau mereka marah, ya. Mereka menganggap trdelník adalah makanan khas Slovakia. Hal tersebut karena memang dulunya, kedua negara tersebut adalah satu negara, Cekoslowakia.

Currywurst di Jerman

Makanan Jerman identik dengan daging. Jajanannya yang terkenal pun juga terbuat dari daging, namanya currywurst. Pada dasarnya Currywurst berisi potongan sosis. Namun yang membuat spesial adalah sausnya; yaitu saus tomat yang ditaburi bubuk kari.
Selain currywurst, street food khas lain yang juga populer di Jerman adalah döner kebab. Makanan dari Turki tersebut dengan mudah dapat ditemukan di seluruh Jerman.

Waffle di Belgia

Kalau mau menikmati waffle terenak di dunia, Belgia adalah tempatnya. Makanan ini memang berasal dari negara kecil di Eropa ini. Topping-nya bisa macam-macam, mulai dari taburan gula, cokelat, vanilla, es krim, sampai buah-buahan. Ada berbagai variasi waffle di Belgia, mulai dari yang lembut sampai yang crispy. Semuanya sama-sama enak.

Baca Juga :Cemilan Khas yang Sudah Jarang di Temukan

Langos di Hungaria

Sebagai bangsa yang suka makan gorengan, langos tidak akan asing di lidah orang Indonesia. Makanan khas Hungaria ini adalah adonan yang digoreng, dan dioleskan dengan cream sauce serta keju. Kamu juga bisa meminta topping yang lain seperti daging, sayuran, bahkan manisan. Apakah makanan ini sehat? Tentu saja tidak. Makanan ini memiliki banyak sekali kalori. Tapi kalau rasanya enak, bolehlah dicoba.

1

Cemilan Khas yang Sudah Jarang di Temukan

Cemilan Khas yang Sudah Jarang di Temukan – Bagi kamu yang sangat menyukai cemilan, tentunya kamu tidak bisa jika tidak ada cemilan di sampingmu. Cemilan menjadi teman setia disaat kita sedang sendiri, menonton film, ataupun bosan. Namun ada beberapa cemilan khas yang sudah jarang di temukan loh. Berikut adalah beberapa cemilan yang sudah hampir punah

1. Clorot
Tekstur yang mirip jenang dan berbalut daun janur ini sudah sangat jarang sekali ditemukan. Bahkan di pasar tradisional pun, tidak semuanya menjual camilan satu ini.

2. Grontol jagung
Grontol ini terbuat dari jagung yang direbus dan ditaburi dengan parutan kelapa dan gula. Makanan khas Jawa Tengah ini memang agak sulit ditemui sekarang, bahkan di daerah asalnya tidak banyak yang menjual makanan enak satu ini.

3. Kue rangi
Waktu kamu kecil, pasti ada abang-abang jualan rangi di depan sekolahmu, ya kan? Sekarang sudah tak banyak yang jualan kue rangi ini. Makanan khas asal Betawi ini terbuat dari tepung yang dicampur kelapa parut lalu dipanggang menggunakan kayu bakar atau arang. Kangen, deh sama rasanya.

4. Manisan pala
Camilan asli Cianjur ini terbuat dari buah pala dan dicampur dengan gula. Di pedesaan, camilan ini masih sering ditemukan, tapi kalau di kota ada gak ya?

Baca Juga :12 Snack Luar Negeri yang Digemari Orang Indonesia

5. Jenang krasikan
Berbeda dengan jenang pada umumnya, jenang jenis ini memiliki sensasi cita rasa sendiri. Ketika kamu mengunyah camilan ini, lidah kamu akan merasakan berpasir, atau kalau orang Jawa bilang itu ngeres. Selain itu cara memasaknya pun juga berbeda.

6. Untir-untir
Camilan satu ini banyak banget sebutannya, ada yang bilang ini plintir, unter-unter, kue tambang. Dulu, kue ini selalu disajikan di arisan ibu-ibu atau camilan saat Idulfitri. Namun, camilan ini sudah mulai langka.

7. Kembang goyang
Camilan ini adalah salah satu kue khas Betawi. Kenapa namanya kembang goyang? Bentuknya yang seperti kembang atau kelopak bunga dan menggorengnya setelah dilepas dari cetakan dengan cara digoyangkan.

8. Geblek
Camilan yang satu ini berbentuk seperti angka delapan, warnanya putih dan rasanya kriuk-kriuk seperti krupuk. Camilan satu ini sayangnya sudah banyak ditinggalkan. Sudah pernah makan?

9. Madu mongso
Namanya yang mengandung madu bukan berarti komposisinya juga menggunakan “saus manis” itu. Camilan satu ini terbuat dari ketan hitam dan difermentasi sehingga timbul sedikit rasa asam, kemudian ditambahkan gula. Biasanya, madu mongso dibungkus kertas warna-warni yang menarik.