Goi Cuon

Goi Cuon (Lumpia Khas Vietnam)

Apa itu Goi Cuon

Spring roll atau lumpia sudah dikenal oleh masyarakat di seluruh dunia. Vietnam pun memiliki sajian spring roll yang cukup mendunia dan kerap menjadi makanan pembuka. Spring roll ini dikenal dengan sebutan ‘goi cuon‘ dan ‘cha gio’. Keduanya memakai bahan kulit berupa banh trang (rice paper). Kulit tipis berwarna putih transparan ini terbuat dari tepung beras. Pembuatan goi cuon berbeda-beda, tergantung wilayahnya. Ada yang mengisi spring roll sepenuhnya dengan sayuran, namun ada pula yang menambah daging. Sehingga di negara Barat, goi cuon dikenal dengan ‘salad roll’.

Goi Cuon umumnya disajikan dalam suhu ruangan (atau didinginkan) dan tidak digoreng atau dimasak bagian luarnya. Makanan ini berada diurutan ke 30 dalam 50 Makanan paling lezat sedunia yang dirilis oleh CNN Go. Goi Cuon menjadi hidangan pembuka yang sangat populer di kalangan pelanggan di restoran masakan Vietnam.

 

Cara Penyajian Goi Cuon

Pembuatan goi cuon berbeda-beda, tergantung wilayahnya. Ada yang mengisi spring roll sepenuhnya dengan sayuran, namun ada pula yang menambah daging. Sehingga di negara Barat, goi cuon dikenal dengan ‘salad roll’. Isian goi cuon kemudian dibungkus dengan banh trang yang sudah lembut setelah dibasahi air. Goi cuon disajikan bersama saus cocolan. Saus pelengkapnya berupa nuoc cham (saus kecap ikan) atau saus hoisin kacang.

Sementara cha gio merupakan versi spring roll goreng dan lebih umum dipakai Vietnam bagian selatan. Vietnam utara menyebutnya nem ran. Isian utama cha gio umumnya adalah daging babi cincang ataubisa juga memakai udang, kepiting, ayam, tahu hingga siput. Pelengkapnya berupa jamur, wortel, daun bawang, tauge, bihun dan lainnya. Isian yang dibungkus banh trang lalu digoreng dalam minyak sampai cokelat keemasan.

Bentuk cha gio memang lebih mirip dengan lumpia di Indonesia. Cha gio bisa dimakan begitu saja atau dicocol ke dalam saus nuoc cham. Dapat pula disajikan bersama bihun seperti pada hidangan bun cha gio. Pendamping sajian ini berupa sayuran segar. Pada dasarnya resep untuk spring roll Vietnam bisa berbeda-beda dari satu keluarga dengan keluarga lainnya. Begitu juga isian yang dipakai untuk goi cuon dan cha gio.

 

Baca juga makanan luar negeri lainnya : Yakitori – Sate Ayam Khas Jepang

Yakitori

Yakitori

Apa itu Yakitori

Yakitori adalah sate khas dari Jepang yang umumnya menggunakan daging ayam. Potongan daging, kulit, hati, jantung, dan hempela dipotong kecil ukuran sekali gigit, ditusuk dengan tusukan bambu, lalu dibakar dengan api arang atau gas. Satu tusuk Yakitori umumnya hanya berisi satu jenis bagian ayam, misalnya satu tusuk Yakitori yang terdiri dari 3 sampai 5 potongan daging ayam tidak pernah dicampur dengan potongan hati atau jantung. Sebagai variasi, ada juga Yakitoriya yang mencampur potongan besar daun bawang dan jamur shiitake kedalam tusukan Yakitori.

 

Sejarah Lahirnya Makanan Yakitori

Sejak datangnya agama Buddha di Jepang, makan daging adalah terlarang, terutama hewan ternak yang berperan banyak dalam pertanian seperti Sapi dan Babi sama sekali tidak ada yang memakannya. Sama halnya dengan ayam yang merupakan hewan ternak, tidak ada yang memakannya, dan umumnya digantikan dengan berburu dan memakan burung liar seperti burung pegar atau bebek.

Kata Yakitori muncul dalam literatur pertama kali adalah pada Zaman Edo. Dalam menu yang diberikan sebagai hadiah kepada Pemilik Benteng Komoro (Benteng di sekitar provinsi Nagano saat ini), terlihat kata Yakitori, tapi kemungkinan ini adalah daging panggang burung liar. Sate yang bisa dimakan sambil jalan kemudian dijual di kios makanan. Bersamaan dengan Restorasi Meiji, budaya makan daging kembali datang ke Jepang, dan membuat masyarakat bisa makan daging ayam. Tetapi, harga makanan ayam yang dikeluarkan di restoran saat mahal sehingga tidak bisa dimakan oleh rakyat biasa. Jadi, bagian tulang atau otot ayam yang keluar dari restoran yang mahal tersebut, kemudian ditusuk dan dibakar, dan jadilah awal mulanya Yakitori (Sate Ayam) yang di jual di kios makanan.

Yakitori yang dijual di depan pintu masuk Kuil atau dekat jembatan atau di warung ditusuk dengan tusuk sate, sehingga bisa dimakan begitu saja tanpa perlu menggunakan sumpit. Yakitori dari lahir adalah makanan sahabat rakyat biasa dengan harga yang murah. Pada saat ini, banyak ditemukan wanita di bar atau restoran khusus sate ayam yang memakan sate ayam dengan sumpit dengan cara melepaskan ayam dari tusuknya terlebih dahulu, tetapi sebenarnya langsung memakan sate ayam dari tusuknya sama sekali tidak melanggar tata krama.

Yakitori

Jenis Yakotiro di Jepang

  • Di kota Hakodate dan Muroran, Prefektur Hokkaido, yang dimaksudkan dengan Yakitori adalah bukan sate dari daging ayam melainkan dari daging babi. Di kota Muroran, Yakitori jenis Negimabukanlah menggunakan daun bawang, melainkan bawang bombay, dan dimakan bersama mustard.
  • Di kota Bibai, bagian tengah Prefektur Hokkaido, Yakitori menggunakan daging ayam tetapi tidak dicelupkan ke saus dan hanya dibumbui dengan garam. Satu tusuk Yakitori juga bisa merupakan campuran dari daging ayam, kulit, dan tulang muda yang disebut Motsu.
  • Kota Imabari di Prefektur Ehime, merupakan kota yang mempunyai jumlah tukang Yakitori terbanyak nomor dua di Jepang. Yakitori di kota Imabari tidak dibakar di atas arang atau gas, melainkan di atas hot plate.

 

Baca juga makanan luar negeri lainnya : Jenis dan Bentuk Pancake dari Berbagai Dunia